Yaa Tuhan,
jadikanlah PERMULAAN hari ini suatu KEBAIKAN, dan PERTENGAHANNYA suatu KEMENANGAN, dan PENGHABISANNYA suatu KEJAYAAN. Amien
-Pengujung April 2015-
Saya lupa hari itu hari apa dan tanggal berapa, yang jelas
itu adalah hari dimana saya kembali bertemu dengan seorang yg cukup penting
ditataran Fakultas Sains dan Teknologi : Ketua Senat, yang saat ini dijabat
oleh Guriang Akbar.
Siang didalam perpustakaan Fakultas, kami membicarakan program usungan dosen
yang dititipkan pada saya untuk kemudian dikordinasikan bersama pihak lain, Senat
salah satunya. Panjang lebar saya menjelaskan mengenai program 'Sedekah Oksigen' hingga kurang lebih
Guriang berkata : "Nanti ada dari
Senat bidang PPK yang ikut bantu, nanti biar langsung ketemu aja sama
kabidnya..". Kemudian, pembicaraan berganti saat Guriang membuka
pembicaraan mengenai program yang sedang Senat siapkan untuk dihelar, pada
akhir bulan April ini. Mimik muka yang penuh semangat 'khas' Ketua Senat Saintek periode 2015 ini memang kadang membuat
lawan bicara menjadi penasaran, dengan apa yang akan dibicarakannya, mungkinkah
itu yang disebut kharisma ? Ah, dia kan Guriang bukan Bisma :p.
**
Obrolan panjang yang memang selalu begitu. Terungkap bahwa hari itu, Guriang
sedang 'mencuci otak' saya dengan apa yang beliau transformasikan melalui kata
perkatanya dan saya semakin terpacu untuk ingin tau ketika Guriang berkata
"hari ini, kita akan buat sejarah
baru di Saintek". Ya! ‘sejarah
baru’, seolah seperti ajakan Bung Karno pada tokoh nasional kemerdekaan
pada masa penjajahan dulu (hehehe).
Kemudian, saya tergerak dan ikut menimpali dengan masukan dan saran-saran
membangun untuk mencoba memeriahkan acara. Dan, satu yang ingin saya titipkan
dalam konsep besar acara ini, adalah acaranya harus punya perbedaan dengan
acara-acara serupa yang sering digelar di kampus ini.
Selesai bercerita mengenai konsep acara, Ketua Senat ini
mengundang saya untuk ikut dalam rapat panitia pada malam itu juga.
Iya, hari itu adalah hari dimana saya dilibatkan dalam program pertama dan
merupakan program besar dari Senat Mahasiswa Sains dan Teknologi berjudul : Pekan Raya Saintek 2015.
**
Rapat dimulai kira-kira jam 7 malam, yang menarik dari rapat ini adalah kami
hampir memblokade kawasan Kantin Mahad (pada saat itu rapat di Kantin Mahad)
dengan cara menggunakan semua meja-meja makan yang ada dikantin, untuk kemudian
di dempet-dempetkan. Malam semakin larut, satu persatu koordinator melaporkan
perkembangan acara yang akan digelar mulai dari lomba puisi, bedah buku, hingga
ke pagelaran wayang golek, dan acara konser musik. Sampai disatu titik, sambil
menepuk bahu saya, Ketua Senat ini berkata pada forum "oh iya, ini kenalin Kang Dody, Kang Dody ini
nantinya bantuin di acara kita jadi Tim Kreatif acara PRS", waww..
Saya setengah bangga dan setengahnya lagi jaim, karna secara tidak langsung
saya sekarang adalah panitia yang ikut terlibat dalam perhelatan akbar Fakultas
yang baru perdana diadakan tahun ini. Speechless...
**
Rapat semakin sering diadakan, Panitia semakin malam pulang ke kandang, dan
Ketua Pelaksana semakin sering begadang, tanda-tanda tadi adalah tanda bahwa
acara Pekan Raya Saintek 2015 ini semakin dekat. Koordinasi sana sini menjadi
bagian wajib dari para koordinator segala cabang acara, tidak terkecuali saya
sebagai Tim Kreatif yang juga harus mempersiapkan 'Happening Art' untuk
membuka cabang acara Saintek Expo. Latihan berhari-hari dengan orang yang
berganti-ganti membuat saya cukup kewalahan, karna untuk orang yang baru, saya
harus kembali menjelaskan skenario yang saya konsep untuk adegan happening art ini. Tak selesai disitu,
Ketua Senat ini kembali menginginkan sesuatu yang ‘Baru’, dengan itu 10 relawan dari jurusan Biologi dipersiapkan, 5
orang diantaranya berperan sebagai model busana recycle dari kertas koran dan 5 sisanya membantu dalam membuat
kostum, untuk bagian ini di handle dan pimpin oleh seorang panitia acara
bernama Garnis yang memang jago dalam hal fashion.
**
Pekan Raya Saintek 2015
Hari pertama tiba, hari cabang acara lomba digelar. Tanggal 20 April 2015, hari
pertama acara kami bebarengan dengan acara lain di kampus yaitu acara Asia Africa Youth Conference 2015+,
dimana acara tersebut mendatangkan pemuda delegasi negara peserta KAA dan
Menteri Pemuda dan Olah Raga, Pak Imam Nahrawi yang saat ini (Mei 2015) sedang
ramai dibicarakan, karna keputusannya membekukan PSSI.
Hari kedua adalah acara bedah buku bersama Abu Marlo, acara ini lancar jaya.
Namun pada saat malam sebelumnya, sempat terjadi ketegangan akibat miss
komunikasi antara Panitia, pihak Fakultas, dan pihak Bagian Umum kampus. Berkat
usaha, doa, dan lobi segenap panitia yang akan men-dekor malam itu, akhirnya
malam itu juga kami berhasil memboikot aula.
Bagian backstage atau belakang panggung menjadi bagian yang
paling diingat oleh saya, karna pada malam itu bagian belakang panggung ini
rupanya sudah seperti jalanan gang yang kumuh, banyak dus-dus snak konsumsi
beserta cangkang makanan sisa acara sebelumnya yang diberserakan tidak disiplin
di belakang panggung ini. Bagian belakang ini dimanfaatkan panitia unt jadi
area print sertifikat acara, kurang lebih ada 3 printer beserta 5-8 orang
operator yang sibuk ngeprint sambil terkantuk-kantuk, bahkan harus bermalam di
aula kampus, kasihan, dalam hati saya pada mereka, tapi inilah bentuk dedikasi
panitia untuk kelancaran acara. Ya, salut!
Hari ketiga dan ke-empat adalah hari Fakultas kami kedatangan tamu, Dosen-Dosen
Fakultas Sains dan Teknologi dari Perguruan-Perguruan Tinggi Islam
se-Indonesia. Beliau-beliau ini berkumpul untuk merumuskan pembentukan Asosiasi
Dosen. Beserta dengan itu, di halaman depan aula multipurpose digelar Saintek Expo yang menampilkan stand pameran
karya mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi juga stand-stand kuliner.
Hari kelima adalah hari Jum'at tanggal 24 April 2015, tidak ada acara disiang
hari karena kami harus jum'atan, selain itu juga tanggal tersebut nun jauh di
jalan Asia Afrika Kota Bandung sedang digelar acara puncak Konferensi Asia
Afrika yaitu Historical Walk dan
dilanjutkan dengan Konferensi Kepala-Kepala Negara di Gedung Merdeka. Ridwan
Kamil sebagai Wali Kota Bandung, membuat kebijakan untuk meliburkan semua
aktifitas formal pada hari itu, ah.. Kang Emil ini selalu saja punya cara untuk
membuat warga Bandung senang, karna libur.
Kembali ke acara Pekan Raya Saintek 2015. Berbeda dengan hari sebelumnya, hari
kelima ini kampus kami ditamui oleh anak-anak PAUD dan taman kanak-kanak sejak
jam 7 pagi. Adik-adik ini datang bersama Guru atau orang tua mereka untuk
mengikuti, acara Acipaind Kids yang
merupakan sebuah acara perlombaan mewarnai se-Bandung Timur tepatnya TK dan
PAUD sekitaran Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Malamnya di Taman Tugu Kujang atau halaman parkir Aula Multipurpose, kami menghelar Pagelaran Wayang Golek bersama Ki
Dalang Opik Sunandar Sunarya. Cekakak cekikikan, suara tawa dari penonton dan
melubernya penonton hingga ke jalan-jalan, membuat kami panitia bernafas lega
dan gembira, karena acara yang diperjuangkan ini (karna acara ini termasuk dalam acara dgn anggaran yang lumayan, mahal.
Hehe ) ternyata sangat "ngaruh", Alhamdulillah..
syukur kami kompak saat evaluasi malam itu juga. Pagelaran wayang ini dihadiri
oleh Dekan Fakultas, Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Kepala Desa, Pejabat Kota,
Polsek Panyileukan, Presiden Mahasiswa, Ketua Senat, Ketua Himpunan, Pemuda
Karang Taruna sekitar, mahasiwa/i, dan masyarakat umum lainnya. Semua elemen
tadi menjadi satu pada malam itu, seperti sudah memang seharusnya budaya selalu
dapat menyatukan perbedaan. Keren!
Hari terakhir acara PRS 2015 diawali pada pagi hari dengan pengumuman pemenang
lomba, kemudian diteruskan dengan lomba tumpeng antar jurusan.
Selesai acara pagi-siang, kami bersiap untuk menyiapkan acara puncak, yaitu
Bazzar Seni dengan acara utama Konser Musik. Tidak tanggung-tanggung untuk
acara ini kami mendatangkan Badai Kerispatih, TIGAPAGI, Erwin Saz, 3 band artis
yang merupakan finalis LA Meet Label, dan 1 grup band bergenre ska yang sudah
keren sejak cek sound.
Sejak dari jam 1 siang, panitia sudah mondar mandir kesana kemari menyiapkan
ruangan untuk artis, mulai jam segitu juga artis sudah mulai berdatangan untuk
persiapan dan melakukan cek sound, bahkan hingga adzan magrib berkumandang
artis masih berdatangan.
Kami sepakat bahwa acara akan dibuka pada jam 7 malam. Saat
tiba waktunya, pintu tiket mulai dibuka dan aula multipurpose mulai dipadati muda mudi yang ingin nonton konser
musik ini.
Mulai dari musik beralunan symphoni hingga yg bikin joget, panitia sediakan
dalam acara konser ini. Meski sempat terjadi kesalahan teknis, saat penampilan
dari band penutup, yaitu kabel sound lepas dari colokannya, tapi problem itu
langsung ditangani teknisi dan dengan begitu band penutup ini kembali berhasil
membuat yang menontonnya ingin ikut joget. Kelihatannya mereka yg menonton
konser ini pada terhibur, dan seharusnya memang begitu karena acara ini kan
emang acara hiburan, yey.. hehe.
Sekitar jam 10 malam acara selesai, bersamaan dengan penonton yang mulai
meninggalkan lokasi acara, panitia bergegas menyiapkan persembahan terakhir
dalam serangkaian acara Pekan Raya Saintek 2015 ini, yaitu pesta kembang api yg
dibeli dari Cibadak sore hari, di hari itu.
Malam dengan langit yang berwarna warni, berhasil menutup PRS 2015 ini dengan
rasa syukur yang diwujudkan dalam balutan doa dan ekspresi tawa bahagia para
panitia dan seluruh partisipan acara..
**
Pekan Raya Saintek 2015 selesai malam itu, dengan ditutup oleh saya yang
berebut doorprize dari sponsor Wardah, dengan salah satu Panitia saat evaluasi
berlangsung. Hahaha
Pekan Raya Saintek ini adalah serentet acara berbobot yang
dikemas dengan keberanian ber eksperimen para panitianya, dan dibangun dari
nilai-nilai kebersamaan yang berasal dari nuansa kekeluargaan dilingkungan
Fakultas Sains dan Teknologi.
Kedepan, semoga apa yang menjadi evaluasi mengenai keseluruhan acara adalah
pelajaran panjang yang berharga, untuk semua kalangan panitia dalam memanjemen
sebuah helaran, dan menjadi sejarah baru kegiatan mahasiswa Fakultas Sains dan
Teknologi yang dapat dijadikan referensi bagi acara serupa lainnya.
Apresiasi
Sepenuhnya, tulisan ini saya tulis dan dedikasikan untuk mereka yang menghargai
karya, yang rela bersusah payah, mengerjakan apa yang tidak seharusnya
dikerjakan. Namun mereka tetap laksanakan, sepertinya mereka tau, tetap bahwa
guru terbaik itu bernama pengalaman. Dan mereka itu adalah panitia !
Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, baik mensukseskan, mendukung,
mengamankan, atau hanya sekedar menyampaikan informasi mengenai acara ini.
Semoga, apa yang baik dalam acara ini dapat bermanfaat dan apa yg kurang baik
menjadi perbaikan bersama..
Sampai jumpa di acara keren lainnya.. Hatur nuhun sadaya :)
Bandung,
Mei 2015
Dody Rusli
-Tim
Kreatif Pekan Raya Saintek 2015