Senin, 28 September 2015

"Generasi Itu Bernama ..."


Jauh sebelum mereka datang, kami berunding memikirkan bagaimana cara yang paling baik untuk menyambut anggota keluarga baru dilingkungan kami ini. Jauh sebelum itu, kami sudah merasakan bagaimana rasanya tersesat dan banyak menemui jalan buntu saat kami mengawali langkah di lingkungan ini, ketidaktahuan itu seolah-olah menjadikan kami bodoh sehingga mudah untuk dibodoh-bodohi. Jauh setelah itu, kami tak mau lagi, itu dirasakan oleh generasi baru, generasi yang kami sebut hari ini sebagai Generasi Tunas Lotus. Mengapa tunas lotus ? adalah karna lotus memiliki sifat yang konsisten (panceg-dalam bahasa sunda), meski hidup dalam lingkungan berlumpur namun tetap dapat mempertahankan keindahannya, bahkan tetap bertahan walau lingkungannya ingin merusaknya, tapi dia sedikitpun tidak memiliki niat untuk merusak lingkungannya, malah sebaliknya menjadi penghias dan pemanis dalam suasana seperti itu. Inilah yang kami maknai sebagai generasi yang akan ikut menjaga nama baik lingkungan kami.

Puluhan rapat, dan ribuan menit kami habiskan diforum rapat, sejak sebelum bulan ramadhan, hingga masuk bulan ramadhan, hingga harus berbuka puasa bersama di sebuah kantin di kampus ini (yg saat itu tutup) dengan alakadarnya, namun keyakinan itu selalu ada, kebersamaan menutupi ajang perbedaan pendapat dalam meja rapat. Permasalah yang terduga hingga tak diduga semakin timbul ke permukaan, itulah yang sang Ketua Organisasi (Ketua Senat) sebut "dinamika".

Pertentangan hingga blok penentang semakin menjadi-jadi, semakin gerilya, "apa maksudnya coba ?" dalam benak kami waktu itu. Jalan kebaikan sepertinya memang tak selalu mulus, kerikil kecil berhasil melukai kaki kami, sayangnya kami sudah terlatih untuk hal seperti itu.

Bulan Agustus menjadi bulan kebanggaan tersendiri bagi kami, kami menerima anggota keluarga baru, bukan keluarga rumah tangga apalagi partai politik atau semacamnya, bukan, kami bisa pastikan itu! Tanggal 26 Agustus anggota keluarga baru itu benar-benar datang, menghampiri bukan hanya kami, tapi orang-orang tua kami di keluarga ini, itulah Pak Dekan beserta para wakilnya dan Bapak/Ibu Ketua Jurusan beserta dosen-dosen. Kan memang harus gitu, harus ketemu sama orang tua dulu. Itulah etika dalam keluarga ini.

Selepas dari itu, kami titipkan mereka seorang kakak. Itulah yang kami sebut Senopati (pementor). Bukan orang yang sembarangan ternyata Sang Kakak ini, karena mereka memiliki harapan yang sama dengan kami, menjadi pramu tamu terbaik dengan segala kebaikannya.


Satu bulan Sang Kakak-kakak ini disiplin mengenalkan apa yang perlu dikenalkan dan berusaha menjadi sahabat bagi adik-adiknya yang akan besar di lingkungan ini, lingkungan yang bernama Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Seperti halnya masa penyapihan atau Orang Pertanian sebut masa semai, sekarang anggota keluarga baru ini sudah siap pindah tanam, karna sebelumnya kami beri perlakuan penyesuaian. Jangan tersinggung, jika anggota keluarga baru ini diibaratkan sebuah tanaman, maka kami anggap inilah "Tanaman - Tanaman Unggul".


26 September 2015, kami harus benar-benar pastikan lagi, dan karena itulah para anggota keluarga baru ini kami kumpulkan, kami perdengarkan apa harapan orang tua kami di lingkungan keluarga ini. Kami semakin sadar, anggota keluarga baru ini adalah generasi yang rendah hati turut saling menghargai, kami kumpulkan mereka di areal parkir universitas ini untuk menjadi satu, ya.. SATU.. SAINS & TEKNOLOGI !

Selamat datang Generasi Tunas Lotus,
Kami siapkan penyambutan kecil ini spesial untuk kalian,
banyak kekurangan dimana-mana, mohonlah maafkan kami,
karna apalah kami ini, bukan juga penyambut profesional
semoga apa yang termaknai dalam kegiatan ini, menjadi pematik hati dan fikiran, bahwa menyambut bukan sekedar tentang basa basi, namun terkandung banyak arti...didalamnya.


atas rasa hormat penulis, secara pribadi penulis mengucapkan,

Terima kasih Punggawa, terima kasih Tumenggung, terima kasih Senopati, terima kasih Patih, terima kasih Pandawa, terima kasih Prabu, terima kasih Adipati, terima kasih Bathara, dan terima kasih kepada Orang-orang Tua Kami di lingkungan Keluarga Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Terima kasih atas segala bentuk kemanfaatan yang terkandung dalam kegiatan ini.
Inilah bentuk Rahmatan Lil'Alamin dalam versi kami.



27 September 2015
Dody Rusli,
Konseptor MAPPING SAINTEK 2015

Senin, 15 Juni 2015

Tips Action, Tanpa NGANTUK!

(Salah satu artikel yang saya tulis dan di terbitkan oleh MYN MAGZ Edisi #6 PEMBALASAN)


Pengen action tapi kalah sama rasa ngantuk ??...ahhhh, setopp... jangan gelisah!! Nih Mamang Menyon kasih tipsnya agar menyoners dapat ber-ACTION tanpa heuayy..

Ini dia tipsnya :
1. Tidur Cukup
Menyoners, usahain nih buat tidur 8 jam sehari, terus biasain tidurnya jam 9 malem, karena waktu tersebut merupakan waktu paling optimal buat tidur. Tidur cukup, menurut penelitian dapat menghilangkan berbagai penyakit seperti stres, darah tinggi dan kawan-kawannya.

2. Minum Segelas Air Putih
Air putih yaaa, jangan beli air yang lain-lain, nanti malah oleng jadinya. Usahain minum air putih murni 8 gelas perhari.

3. Minum Kopi
Tapi inget, jangan keseringan minum kopi juga ya, apalagi kalo ngopinya di cafe-cafe mewah gitu, karna terlalu banyak minum kopi dapat menyebabkan datangnya bermacam penyakit, contohnya : Kanker atau kantong kering (ga punya duit-Red), sampe ke penyakit serius seperti maag yg menyerang lambung. Bongkar!

4. Cuci Muka
Ini salah satu cara yang paling efektif loh Menyoners, agar lebih efektif lagi, coba cuci mukanya pake air dingin, biar lebih segerrr.

5. Tarik Nafas
Menurut penelitian, ketika kamu menguap berarti kadar oksigen dalam otak itu lagi berkurang. Nah, buat ngatasinnya, coba tarik nafas dalam-dalam, tahan sekitar 5 detik terus hembuskan selama 5 detik. Lakukan ini beberapa kali sampai kamu merasa segar kembali yah.

6. Istirahat Sejenak
Istirahat disini bukan dalam artian istirahatnya anak SD ya Menyoners, yg jajan-jajan gitu. Tapi istirahat itu maksudnya berhenti sejenak dari aktivitas kamu, bisa sambil meregangkan otot-otot tangan, kaki, pinggang, ataupun menggoyang-goyangkan kepala.

7. Olahraga
Dengan berolahraga kamu bakal ngerasa lebih seger, ini juga bisa ngebuat tidur kamu dimalam hari lebih nyenyak.

Nah, itulah tips-tipsnya agar kamu nih Menyoners terhindar dari rasa ngantuk. Semoga tips-tips tadi itu engga bikin kamu yang bacanya malah ketiduran yah, tapi kudu langsung ACTION (*gebrak meja). Sipp yah (y)

Sabtu, 06 Juni 2015

Cara Kasih Surprise Ke Cowo



Katanya cowo itu mahluk paling kalem sedunia. Haha cuma katanya doang kayanya mah hehe..
Ini dia cara-cara buat kamu khususnya cewe nihya, buat kasih surprise ke cowo. Biar aga efektif aja siiii... :)
klik http://bit.ly/1FzzjEB

Alternatif Memaksimalkan Sosial Media


Salah satu anekdot pernah bilang kaya gini :
Kanada punya BBM, Amerika punya WhatsApp, Jepang punya Line, Korea punya Kakaotalk, dan Indonesia punya apa ? 
Indonesia juga punya. Punya waktu buat pake semua aplikasi tadi. hehe
Biar ga percuma punya banyak sosmed, ini alternatifnya http://bit.ly/1JxAZmY

Selasa, 02 Juni 2015

Sejarah Baru Dari Pekan Raya Saintek 2015



Yaa Tuhan,
jadikanlah PERMULAAN hari ini suatu KEBAIKAN, dan PERTENGAHANNYA suatu KEMENANGAN, dan PENGHABISANNYA suatu KEJAYAAN. Amien
-Pengujung April 2015-


Saya lupa hari itu hari apa dan tanggal berapa, yang jelas itu adalah hari dimana saya kembali bertemu dengan seorang yg cukup penting ditataran Fakultas Sains dan Teknologi : Ketua Senat, yang saat ini dijabat oleh Guriang Akbar.

Siang didalam perpustakaan Fakultas, kami membicarakan program usungan dosen yang dititipkan pada saya untuk kemudian dikordinasikan bersama pihak lain, Senat salah satunya. Panjang lebar saya menjelaskan mengenai program 'Sedekah Oksigen' hingga kurang lebih Guriang berkata : "Nanti ada dari Senat bidang PPK yang ikut bantu, nanti biar langsung ketemu aja sama kabidnya..". Kemudian, pembicaraan berganti saat Guriang membuka pembicaraan mengenai program yang sedang Senat siapkan untuk dihelar, pada akhir bulan April ini. Mimik muka yang penuh semangat 'khas' Ketua Senat Saintek periode 2015 ini memang kadang membuat lawan bicara menjadi penasaran, dengan apa yang akan dibicarakannya, mungkinkah itu yang disebut kharisma ? Ah, dia kan Guriang bukan Bisma :p.

**
Obrolan panjang yang memang selalu begitu. Terungkap bahwa hari itu, Guriang sedang 'mencuci otak' saya dengan apa yang beliau transformasikan melalui kata perkatanya dan saya semakin terpacu untuk ingin tau ketika Guriang berkata "hari ini, kita akan buat sejarah baru di Saintek". Ya! ‘sejarah baru’, seolah seperti ajakan Bung Karno pada tokoh nasional kemerdekaan pada masa penjajahan dulu (hehehe). Kemudian, saya tergerak dan ikut menimpali dengan masukan dan saran-saran membangun untuk mencoba memeriahkan acara. Dan, satu yang ingin saya titipkan dalam konsep besar acara ini, adalah acaranya harus punya perbedaan dengan acara-acara serupa yang sering digelar di kampus ini.
Selesai bercerita mengenai konsep acara, Ketua Senat ini mengundang saya untuk ikut dalam rapat panitia pada malam itu juga.

Iya, hari itu adalah hari dimana saya dilibatkan dalam program pertama dan merupakan program besar dari Senat Mahasiswa Sains dan Teknologi berjudul : Pekan Raya Saintek 2015.

**
Rapat dimulai kira-kira jam 7 malam, yang menarik dari rapat ini adalah kami hampir memblokade kawasan Kantin Mahad (pada saat itu rapat di Kantin Mahad) dengan cara menggunakan semua meja-meja makan yang ada dikantin, untuk kemudian di dempet-dempetkan. Malam semakin larut, satu persatu koordinator melaporkan perkembangan acara yang akan digelar mulai dari lomba puisi, bedah buku, hingga ke pagelaran wayang golek, dan acara konser musik. Sampai disatu titik, sambil menepuk bahu saya, Ketua Senat ini berkata pada forum "oh iya, ini kenalin Kang Dody, Kang Dody ini nantinya bantuin di acara kita jadi Tim Kreatif acara PRS", waww.. Saya setengah bangga dan setengahnya lagi jaim, karna secara tidak langsung saya sekarang adalah panitia yang ikut terlibat dalam perhelatan akbar Fakultas yang baru perdana diadakan tahun ini. Speechless...

**
Rapat semakin sering diadakan, Panitia semakin malam pulang ke kandang, dan Ketua Pelaksana semakin sering begadang, tanda-tanda tadi adalah tanda bahwa acara Pekan Raya Saintek 2015 ini semakin dekat. Koordinasi sana sini menjadi bagian wajib dari para koordinator segala cabang acara, tidak terkecuali saya sebagai Tim Kreatif yang juga harus mempersiapkan 'Happening Art' untuk membuka cabang acara Saintek Expo. Latihan berhari-hari dengan orang yang berganti-ganti membuat saya cukup kewalahan, karna untuk orang yang baru, saya harus kembali menjelaskan skenario yang saya konsep untuk adegan happening art ini. Tak selesai disitu, Ketua Senat ini kembali menginginkan sesuatu yang ‘Baru’, dengan itu 10 relawan dari jurusan Biologi dipersiapkan, 5 orang diantaranya berperan sebagai model busana recycle dari kertas koran dan 5 sisanya membantu dalam membuat kostum, untuk bagian ini di handle dan pimpin oleh seorang panitia acara bernama Garnis yang memang jago dalam hal fashion.

**


Pekan Raya Saintek 2015
Hari pertama tiba, hari cabang acara lomba digelar. Tanggal 20 April 2015, hari pertama acara kami bebarengan dengan acara lain di kampus yaitu acara Asia Africa Youth Conference 2015+, dimana acara tersebut mendatangkan pemuda delegasi negara peserta KAA dan Menteri Pemuda dan Olah Raga, Pak Imam Nahrawi yang saat ini (Mei 2015) sedang ramai dibicarakan, karna keputusannya membekukan PSSI.

Hari kedua adalah acara bedah buku bersama Abu Marlo, acara ini lancar jaya. Namun pada saat malam sebelumnya, sempat terjadi ketegangan akibat miss komunikasi antara Panitia, pihak Fakultas, dan pihak Bagian Umum kampus. Berkat usaha, doa, dan lobi segenap panitia yang akan men-dekor malam itu, akhirnya malam itu juga kami berhasil memboikot aula.
Bagian backstage atau belakang panggung menjadi bagian yang paling diingat oleh saya, karna pada malam itu bagian belakang panggung ini rupanya sudah seperti jalanan gang yang kumuh, banyak dus-dus snak konsumsi beserta cangkang makanan sisa acara sebelumnya yang diberserakan tidak disiplin di belakang panggung ini. Bagian belakang ini dimanfaatkan panitia unt jadi area print sertifikat acara, kurang lebih ada 3 printer beserta 5-8 orang operator yang sibuk ngeprint sambil terkantuk-kantuk, bahkan harus bermalam di aula kampus, kasihan, dalam hati saya pada mereka, tapi inilah bentuk dedikasi panitia untuk kelancaran acara. Ya, salut!

Hari ketiga dan ke-empat adalah hari Fakultas kami kedatangan tamu, Dosen-Dosen Fakultas Sains dan Teknologi dari Perguruan-Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia. Beliau-beliau ini berkumpul untuk merumuskan pembentukan Asosiasi Dosen. Beserta dengan itu, di halaman depan aula multipurpose digelar Saintek Expo yang menampilkan stand pameran karya mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi juga stand-stand kuliner.

Hari kelima adalah hari Jum'at tanggal 24 April 2015, tidak ada acara disiang hari karena kami harus jum'atan, selain itu juga tanggal tersebut nun jauh di jalan Asia Afrika Kota Bandung sedang digelar acara puncak Konferensi Asia Afrika yaitu Historical Walk dan dilanjutkan dengan Konferensi Kepala-Kepala Negara di Gedung Merdeka. Ridwan Kamil sebagai Wali Kota Bandung, membuat kebijakan untuk meliburkan semua aktifitas formal pada hari itu, ah.. Kang Emil ini selalu saja punya cara untuk membuat warga Bandung senang, karna libur.

Kembali ke acara Pekan Raya Saintek 2015. Berbeda dengan hari sebelumnya, hari kelima ini kampus kami ditamui oleh anak-anak PAUD dan taman kanak-kanak sejak jam 7 pagi. Adik-adik ini datang bersama Guru atau orang tua mereka untuk mengikuti, acara Acipaind Kids yang merupakan sebuah acara perlombaan mewarnai se-Bandung Timur tepatnya TK dan PAUD sekitaran Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Malamnya di Taman Tugu Kujang atau halaman parkir Aula Multipurpose, kami menghelar Pagelaran Wayang Golek bersama Ki Dalang Opik Sunandar Sunarya. Cekakak cekikikan, suara tawa dari penonton dan melubernya penonton hingga ke jalan-jalan, membuat kami panitia bernafas lega dan gembira, karena acara yang diperjuangkan ini (karna acara ini termasuk dalam acara dgn anggaran yang lumayan, mahal. Hehe ) ternyata sangat "ngaruh", Alhamdulillah.. syukur kami kompak saat evaluasi malam itu juga. Pagelaran wayang ini dihadiri oleh Dekan Fakultas, Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Kepala Desa, Pejabat Kota, Polsek Panyileukan, Presiden Mahasiswa, Ketua Senat, Ketua Himpunan, Pemuda Karang Taruna sekitar, mahasiwa/i, dan masyarakat umum lainnya. Semua elemen tadi menjadi satu pada malam itu, seperti sudah memang seharusnya budaya selalu dapat menyatukan perbedaan. Keren!

Hari terakhir acara PRS 2015 diawali pada pagi hari dengan pengumuman pemenang lomba, kemudian diteruskan dengan lomba tumpeng antar jurusan.
Selesai acara pagi-siang, kami bersiap untuk menyiapkan acara puncak, yaitu Bazzar Seni dengan acara utama Konser Musik. Tidak tanggung-tanggung untuk acara ini kami mendatangkan Badai Kerispatih, TIGAPAGI, Erwin Saz, 3 band artis yang merupakan finalis LA Meet Label, dan 1 grup band bergenre ska yang sudah keren sejak cek sound.
Sejak dari jam 1 siang, panitia sudah mondar mandir kesana kemari menyiapkan ruangan untuk artis, mulai jam segitu juga artis sudah mulai berdatangan untuk persiapan dan melakukan cek sound, bahkan hingga adzan magrib berkumandang artis masih berdatangan.

Kami sepakat bahwa acara akan dibuka pada jam 7 malam. Saat tiba waktunya, pintu tiket mulai dibuka dan aula multipurpose mulai dipadati muda mudi yang ingin nonton konser musik ini.
Mulai dari musik beralunan symphoni hingga yg bikin joget, panitia sediakan dalam acara konser ini. Meski sempat terjadi kesalahan teknis, saat penampilan dari band penutup, yaitu kabel sound lepas dari colokannya, tapi problem itu langsung ditangani teknisi dan dengan begitu band penutup ini kembali berhasil membuat yang menontonnya ingin ikut joget. Kelihatannya mereka yg menonton konser ini pada terhibur, dan seharusnya memang begitu karena acara ini kan emang acara hiburan, yey.. hehe.

Sekitar jam 10 malam acara selesai, bersamaan dengan penonton yang mulai meninggalkan lokasi acara, panitia bergegas menyiapkan persembahan terakhir dalam serangkaian acara Pekan Raya Saintek 2015 ini, yaitu pesta kembang api yg dibeli dari Cibadak sore hari, di hari itu.
Malam dengan langit yang berwarna warni, berhasil menutup PRS 2015 ini dengan rasa syukur yang diwujudkan dalam balutan doa dan ekspresi tawa bahagia para panitia dan seluruh partisipan acara..

**
Pekan Raya Saintek 2015 selesai malam itu, dengan ditutup oleh saya yang berebut doorprize dari sponsor Wardah, dengan salah satu Panitia saat evaluasi berlangsung.  Hahaha
Pekan Raya Saintek ini adalah serentet acara berbobot yang dikemas dengan keberanian ber eksperimen para panitianya, dan dibangun dari nilai-nilai kebersamaan yang berasal dari nuansa kekeluargaan dilingkungan Fakultas Sains dan Teknologi.
Kedepan, semoga apa yang menjadi evaluasi mengenai keseluruhan acara adalah pelajaran panjang yang berharga, untuk semua kalangan panitia dalam memanjemen sebuah helaran, dan menjadi sejarah baru kegiatan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi yang dapat dijadikan referensi bagi acara serupa lainnya. 


Apresiasi
Sepenuhnya, tulisan ini saya tulis dan dedikasikan untuk mereka yang menghargai karya, yang rela bersusah payah, mengerjakan apa yang tidak seharusnya dikerjakan. Namun mereka tetap laksanakan, sepertinya mereka tau, tetap bahwa guru terbaik itu bernama pengalaman. Dan mereka itu adalah panitia !

Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, baik mensukseskan, mendukung, mengamankan, atau hanya sekedar menyampaikan informasi mengenai acara ini. Semoga, apa yang baik dalam acara ini dapat bermanfaat dan apa yg kurang baik menjadi perbaikan bersama..
Sampai jumpa di acara keren lainnya.. Hatur nuhun sadaya :)

Bandung, Mei 2015

Dody Rusli
-Tim Kreatif Pekan Raya Saintek 2015